Perbandingan Software Akuntansi buat UKM di Indonesia

Diantara  MYOB,  Zahir,  MOAE,  Accurate,  Peachtree,  Simply Accounting, dan DacEasy Accounting,

Yang paling ideal untuk Bisnis UKM di Indonesia..??

Oleh: Rahmat Hidayat

Sebagian besar lingkup bisnis usaha di Indonesia merupakan bentuk Usaha Kecil Menengah (UKM), yang tersebar dalam setiap sektor bisnis yang menghasikan kebutuhan orang banyak. Bisnis UKM dianggap sebagai bisnis yang sangat potensial atas kontribusi yang dihasilkan produk atau penyerapan tenaga kerja nya. Oleh karena potensi bisnis yang sangat menjanjikan ini, para pelaku bisnis tersebut berupaya semaksimal mungkin mencari formulasi, kemudahan, efektivitas dan efisiensi agar dapat membantu kelancaran bisnis mereka dan diharapkan memaksimalkan keuntungan usahanya. Salah satu langkah tersebut, upaya memudahkan mereka dalam melakukan pencatatan transaksi kerap menjadi bagian penting yakni melalui software akuntansi. Pembukuan secara manual mungkin dianggap tidak efesien dalam menghadapi tantangan bisnis yang mengalir dengan cepat.

Kini sudah banyak pilihan software-software akuntansi yang tersedia, diantaranya MYOB, Zahir, MOAE, Accurate, Peachtree, Simply Accounting, DacEasy Accounting, dan banyak lainnya, yang bisa digunakan untuk membantu kelancaran bisnis. Masing-masing memiliki keunggulan tersendiri baik fitur-fitur yang disediakan sampai kepada kemudahan dalam pengoperasiannya (user friendly). Diantaranya juga ada beberapa yang bisa menjadi favorite dalam bisnis UKM di Indonesia.

Mengingat bisnis UKM memiliki ciri proses bisnis yang unik, dimana frekuensi transaksi terjadi secara harian dengan kapasitas yang banyak (kebanyakan transaksi bernilai kecil namun frekuensi yang padat). Karena volume transaksinya yang padat, pelanggan dalam UKM merupakan pelanggan yang intens sehingga diperlukan adanya pengelolaan terhadap data pelanggan. kemudian secara umum UKM belum memiliki kekompleksan dalam transaksinya, dan terlebih bagi UKM di Indonesia yang terpangaruh kebijakan pemerintah dan iklim bisnis lokal. Sehingga diantara software-software yang ada, beberapa mungkin tidak cukup relevan bagi bisnis UKM di Indonesia. Berikut akan saya perbandingkan beberapa software, mungkin kiranya bias menjadi referensi bagi para pelaku bisnis UKM memilih software mana yang dianggap cocok bagi usahanya.

1. MYOB

MYOB merupakan software akuntansi yang bermula dikembangkan di Australia.

“MYOB (Mind Your Own  Business) Accounting merupakan software olah data akuntansi secara terpadu (integrated software), yaitu proses pencatatan data transaksi akuntansi dilakukan dengan cara mengentri data transaksi melalui media formulir yang terdapat dalam command centre, kemudian program MYOB akan memproses secara otomatis, cepat, tepat, dan terpadu ke dalam seluruh catatan akuntansi dan berakhir dengan laporan keuangan. MYOB Accounting dapat diterapkan pada berbagai jenis perusahaan, baik bidang jasa, dagang (retail) maupun industri (pengolahan), dan pertanian serta usaha-usaha yang lain.”(dikutip dari makalah kelompok 2, 3M Akuntansi STAN)

Analisis MYOB terkait kesesuian dengan bisnis UKM:

Dari segi harga MYOB dapat dikatakan software akuntansi yang cukup murah dengan fitur-fitur yang ditawarkan, yakni harga termahalnya $ 1,000.

Dalam hal pengoperasiannya, MYOB menampilkan fitur-fitur yang mudah dipahamai, operator tinggal mengikuti alur proses yang disediakan dalam software ini. Namun dalam men-set up di awal ketika hendak menyesuaikan dengan proses bisnis perusahaan memerlukan kejelian, karena MYOB telah menyediakan bentuk proses baku sesuai dengan pilihan ketika men-set up. Sehingga apabila telah salah menentukan proses bisnis saat set up maka selanjutnya proses bisnis yang disediakan akan menjadi kurang relevan. Untuk proses bisnis UKM di Indonesia, mungkin software ini terkadang bisa menjadi kurang pas mengingat software ini dibangun atas memperhatikan kondisi bisnis di negara asalnya.

Dalam kepentingan perpajakan, software ini tidak relevan (tidak tersedia) dengan sistem perpajakan yang berlaku di Indonesia.

2. Zahir

Zahir Accounting merupakan software akuntansi lokal oleh PT Senayan Abadi. Dalam promosinya, Zahir accounting dikatakan sebagai software yang dirancang untuk UKM. Zahir sangat mudah diaplikasikan tanpa harus mengerti ilmu akuntansi. Zahir Accounting mampu menyajikan data seketika mengenai stok barang, laba rugi, utang piutang, dan analisis data. Software ini sangat membantu pengusaha untuk mengambil keputusan.
Zahir Accounting cocok digunakan untuk segala jenis usaha. Misalnya perusahaan ekspor impor, minimarket, supermarket, toko, penerbitan, restoran, dan manufaktur.

Dalam hal kesesuaian dengan proses bisnis UKM di Indonesia, Zahir Accounting sudah aplikatif untuk digunakan. Dalam fitur dan operasi prosedurnya memang sengaja diperuntukkan bagi proses bisnis di Indonesia.

Zahir accounting telah memenuhi kebutuhan bagi UKM terkait pengelolaan pelanggan, dimana dalam fiturnya tersedia database client server. Hal ini menjadi sangat penting bagi UKM yang sangat menghendaki adanya system pengelolaan pelanggan yang baik dan aman.

Dalam hal kepentingan perpajakan, Zahir juga telah menyediakan fitur Pajak Penjualan (PPn) yang berlaku di Indonesia.

Nilai transaksi yang dapat dicover software ini bisa mencapai 15 digit atau setara dengan 920 triliun.

Standar akuntansi yang digunakan pun sudah sesuai dengan standar akuntansi yang ada di Indonesia, terkait pencatatan dan pelaporan keuangannya.

Dalam hal harga Zahir dipasarkan pada harga Rp 1 juta sampai dengan Rp 15 juta. Merupakan harga yang cukup murah dibanding software UKM yang beredar di luar negeri.

3. Microsoft Office Accounting Express (MOAE)

Microsoft Office Accounting Express (MOAE) ini merupakan fitur gratis yang disediakan Microsoft sebagai promosi dari produk komersil mereka yakni Microsoft  Office Accounting Profesional 2009. Sebagai produk promosi, MOAE akan tidak selengkap MOAP, ada beberapa fitur MOAE yang tidak bisa diakses, tapi harus di upgrade menjadi MOAP. Namun fitur-fitur dasarnya hampir sama.

Pengoperasian MOAE sangat mudah tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi, sehingga cocok bagi bisnis usaha kecil atau rumah tangga. Dimana aplikasinya hanya memasukkan data transaksi dari data sumber (faktur, slip setor, dan nota-nota lainnya) tanpa harus melakukan penjurnalan terlebih dahulu. Kemudian MOAE bisa secara otomatis menghasilkan laporan keuangan atau laporan lainnya sewaktu-waktu.

MOAE juga menyediakan fitur pengelolaan data klien, hal ini sangat relevan bagi bisnis UKM. Dan juga MOAE menyediakan fitur terkait pengelolaan item produk atau jasa, dan juga pengelolaan data vendor.

Namun dalam hal perpajakan, MOAE tidak memfasilitasi kepentingan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Hanya saja, dalam software ini fitur pajak yang tersedia yaitu dengan menginput tarif pajak tunggal yang ingin dibebankan terhadap suatu transaksi.

4. Accurate

Accurate merupakan produk lokal yang dirancang untuk usaha kecil dan menengah. Namun juga bisa memfasilitasi fitur penting seperti mencatat transaksi dalam berbagai mata uang (multi currency), multi sales tax, multi user, multi company, multi level discount, multi unit, dan multi warehouse, bahkan dapat mengonsolidasikan laporan keuangan dari beberapa anak perusahaan.

Accurate sangat mudah sangat aplikatif bagi proses bisnis UKM di Indonesia dan dalam penggunaan software ini juga sangat mudah diikuti tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi sebelumnya.

Dalam hal kepentingan perpajakan, Accurate telah menyediakan fitur Pajak Penjualan (PPn) yang berlaku di Indonesia. Standar akuntansi yang digunakan pun sudah sesuai dengan standar akuntansi yang ada di Indonesia, terkait pencatatan dan pelaporan keuangannya.

Nilai transaksi yang dapat dicover software ini bisa mencapai 15 digit atau setara dengan 920 triliun.

Dari data developer mengenai harganya diberikan sebagai berikut:

ACCURATE Standard Rp. 5.000.000, – 2 user(2 komputer)
ACCURATE Project Rp. 8.000.000, – 2 user (2 komputer)
ACCURATE Enterprise Rp. 25.000.000, – 5 user (5 komputer)
ACCURATE Extra Licence Rp. 1.500.000/licence (penambahan komputer)
* User yang menggunakan software dalam 1 komputer unlimited; bisa di created sebanyak mungkin.

5. Simply Accounting

Dalam pengoperasian software ini hampir sama dengan MOAE, dimana sangat mudah tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi, sehingga cocok bagi bisnis usaha kecil atau rumah tangga. Dimana aplikasinya hanya memasukkan data transaksi dari data sumber (faktur, slip setor, dan nota-nota lainnya) tanpa harus melakukan penjurnalan terlebih dahulu. Kemudian MOAE bisa secara otomatis menghasilkan laporan keuangan atau laporan lainnya sewaktu-waktu.

Namun mengingat software ini merupakan produk luar, sedikitnya software ini menjadi kurang favorite digunakan untuk bisnis UKM di Indonesia, dalam hal perpajakan maupun kondisi bisnisnya.

6. Dac Easy Accounting

Dac Easy secara aplikatifnya bisa memenuhi kebutuhan untuk UKM terkait tersedia fitur pengelolaan pelanggan. Transaksi dengan volume yang besar pun bisa tercover oleh software ini. Pengoperasiannya juga cukup mudah dipahami dan juga kemudahan dalam menghasilkan laporan keuangan. Namun jika dibandingkan dengan software lokal seperti Zahir dan Accurate dengan tak kalah kekuatan fiturnya, masalah harga dari Dac Easy Accounting ini akan membuat software ini tidak menjadi pilihan favorite untuk bisis UKM. Disamping itu, lagi-lagi kendala masalah perpajakan juga membuatnya kurang favorite.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Dari analisis diatas, penulis memiliki rekomendasi bagi pembaca terkait software mana yang paling ideal untuk digunakan oleh pelaku bisnis UKM di Indonesia. Ada 2 software yang sebenarnya menjadi favorite, yakni Zahir dan Accurate. Penulis melihatnya dari sisi kesesuaian dengan kondisi bisnis UKM dalam negeri, dimana keduanya sudah dari awal memang dirancang untuk UKM di Indonesia. Dalam hal fitur, akurasi laporan keuangan yang dihasilkan kedua software ini tidak kalah dibanding software-software dari luar. Kemudahan pengaplikasiannya pun menjadi nilai tambah bagi software ini.

Melakukan perbandingan dari kedua software di atas (Accurate dan Zahir), penulis berpendapat Accurate lebih memiliki keunggulan. Disamping sangat pas buat UKM, accurate juga bisa dikembangkan untuk kapasitas yang lebih besar, yakni dapat mencatat transaksi dalam berbagai mata uang (multi currency), multi sales tax, multi user, multi company, multi level discount, multi unit, dan multi warehouse.

Untuk kepentingan audit, accurate juga sangat membantu dalam kegiatan pemeriksaan. Accurate memiliki fitur audit trial dimana fitur ini bisa mengakses kembali semua pencatatn transaksi yang diisi, diubah, atau bahkan yang telah dihapus oleh seseorang. Dan Fasilitas ini dapat diaktifkan atau di non-aktifkan melalui menu preferences. Berbeda dengan software lain yang ketika dilakukan penghapusan, datanya tidak lagi bisa diakses kembali. Ketika dilakukan peng-inputan transaksi, data langsung bisa masuk menjadi sebuah laporan. Fitur ini menyajikan bentuk summary transakis yang telah terjadi, melihat transaksi yang telah dihapus berikut dengan alas an dilakukan penghapusan atau pengeditan data. Kemudian kondisi atau keadaan keuangan sementara sewaktu-waktu dapat ditelusuri.

Rekomendasi yang penulis berikan hanyalah pendapat pribadi penulis dari pendekatan-pendekatan kelebihan dari sudut pandang penulis. Para pembaca sebaiknya memilih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang  dijabarkan.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

About hidayatjundullah

Berusaha menjadi manfaat bagi yang lain. Insya Allah
This entry was posted in Keuangan dan Bisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s